Minggu, 20 November 2016

(X) BAB I MUJAHADAH AN-NAFS, HUSNUDZAN DAN UKHUWAH


MUJAHADAH AN-NAFS
A. Pengertian Mujahadah an-nafs 
Secara bahasa mujahadah artinya bersungguh-sungguh, sedangkan an-nafs artinya jiwa, nafsu, diri.

žJadi mujahadah an-nafs artinya perjuangan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu atau bersungguh-sungguh menghindari perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah SWT.
B. žMacam-macam Nafsu
Menurut Al-Qur’an nafsu dibagi menjadi tiga, yaitu :
1) Nafsu Ammarah, yaitu nafsu yang mendorong manusia kepada keburukan (QS Yusuf [12] ayat 53)
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ
“ dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan ” (Q.S Yusuf [12] : 53)
2) Nafsu Lawwamah, yaitu nafsu yang menyesali setiap perbuatan buruk (QS Al-Qiyamah [75] ayat 2)
وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
dan aku bersumpah dengan jiwa yang Amat menyesali (dirinya sendiri) “           (Q.S Al-Qiyamah [75] : 2) 
3) žNafsu Muthmainnah, yaitu nafsu yang tenang (QS Al-Fajr [89] ayat 27-28)
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28)
Hai jiwa yang tenang Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya “ (Q.S Al-Fajr [89] : 27-28) 
C. Dalil tentang Mujahadah an-nafs
إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ   وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (الأنفال : 72)
“ Sesungguuhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (tetapi) jika mereka meminta pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah SWT Maha Melihat apa yang kamu kerjakan “ (Q.S Al-Anfal : 72) 
Isi & Kandungan ayat
- Jalinan kasih sayang harus senantiasa saling melindungi antar kaum muslim
- Sesama orang beriman harus saling membantu, menolong dan memperkuat, terutama saat menghadapi musibah dan kesulitan.
- Perlu kesungguhan bagi setiap muslim untuk bersama-sama memikul beban berat perjuangan.
ž- Keberhasilan dan kesusksesan sangat dipengaruhi komitmen yang tinggi, ikhtiar yang sungguh-sungguh dan kebersamaan dalam merasakan suka dan duka
- Perlunya umat melakukan hijrah di saat menghadapi situasi dan kondisi yang serba tidak menentu. 
Sabda Rasulullah SAW
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
“ Rasulullah SAW bersabda : Bukanlah orang kuat itu yang (biasa menang) saat bertarung/bergulat, tetapi orang kuat itu adalah yang (mampu) mengendalikan nafsunya ketika marah “ (H.R Bukhari, Muslim, Ahmad) 
Makna dan kandungan hadits 
-Pengertian kuat dalam islam bukan yang selalu menang daat bertarung, berkelahi atau bergulat
-Pentingnya kontrol atau mawas diri ketika meniti kehidupan.
ž-Kemenangan dan keberhasilan hanya dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mengendalikan dirinya, meredam hawa nafsunya saat marah, dan selalu meningkatkan kesabaran saat ditimpa musibah, masalah, dan duka nestapa.
9 Contoh Kegiatan dalam mempraktekan Mujahadah an-nafs
1.Menunaikan shalat 5 waktu tepat pada waktunya
2.Menunaikan shalat berjama’ah sesering mungkin
3.Mendirikan shalat dengan khusyuk
4.Berbuat baik kepada orang tua, baik yang masih hidup atau sudah meninggal
5.Menjadi rahmat di lingkungan sosial
6.Membersihkan hati dari rasa sombong, ria, dendam, dan dengki
7.Memelihara lisan dari perkataan bohong, guningan, dan berbantah-bantahan.
8.Membersihkan usaha dan makanan dari yang haram
9.Bertaubat kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taubat 


HUSNUDZAN
A.Pengertian 
Secara bahasa kata “husnudzan“ berasal dari bahasa arab yang terdiri dari 2 kata, yang pertama kata “husnu” dan yang keduanya “adz-dzan”. “husnu” mengandung arti “baik”, dan “adz-dzan” artinya “dugaan atau prasangka
Husnudzan adalah sikap atau keadaan jiwa yang berprasangka baik atau positif thinking
B. Macam-macam Husnudzan 
1.Husnudzan kepada Allah SWT (Q.S Al-Baqarah {2} : 216). Husnudzan ini dengan cara :
- Senantiasa ta’at dan patuh terhadap perintah Allah SWT
- Bersyukur apabila mendapatkan keni’matan.
- Bersabar dan ikhlas apabila mendapatkan ujian serta cobaan.
- Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.
2.Husnudzan kepada diri sendiri, dengan cara :
- Percaya diri
- Gigih
- Berinisiatif
3.Husnudzan kepada orang lain atau sesama manusia, dengan cara :
- Senang berteman dengan orang lain
- Berpikir positif terhadap orang lain
- Hormat kepada orang lain
- Tidak ada perasaan curiga terhadap orang lain
C. Dalil Al-Qur'an tentang Husnudzan
بسم الله الرحمن الرحيم
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang  (Q.S Al-Hujurat [49] : 12)
Isi dan kandungan ayat
- Ayat ini mengajarkan umat islam agar memiliki akhlak yang baik, yakni akhlak kepada Allah SWT, Rasul-Nya, dan kepada sesama umat (muslim maupun non muslim), dan akhlak kepada lingkungan
- Akhlak bertujuan untuk menyucikan hati atau jiwa
- Salah satu akhlak tercela yang harus dihindari adalah prasangka buruk (su’udzan)
- Menggunjing juga akhlak tercela yang harus dihindari
- Gibah dan Tajassus juga adalah akhlak yang dilarang.
Sabda Nabi Muhammad SAW
قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-«إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلاَ تَجَسَّسُوا» (رواه البخارى ومسلم)
Hati-hati kalian dari dzan / prasangka, karena dzan / prasangka itu adalah ucapan paling dusta, dan janganlah kalian memata-matai sesama kalian “ (H.R Bukhari Muslim)
D. Hikmah Husnudzan
- Senantiasa mensyukuri segala sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba (dirinya).
- Selalu bersikap khouf (takut) dan raja’ (berhadap) kepada Allah
- Akan selalu optimis dan tidak berkeluh kesah serta tidak berputus asa.
- Akal fikiran akan selalu jernih dan terjauhkan dari akal fikiran kotor atau negatif.
- Terjauh atau terhindar dari permusuhan dengan orang lain dan lebih dapat mempererat tali silaturahmi atau pertemanan
- Tentunya dengan husnudzan ini, pelakunya akan disayangi oleh Allah SWT, Rasul-Nya dan orang lain
   
UKHUWAH
A. Pengertian Ukhuwah
 

Ukhuwah bisa diartikan sebagai “persaudaraan”. 
Ukhuwah diartikan sebagai “ setiap persamaan dan keserasian dengan pihak lain, baik persamaan keturunan, dari segi ibu, bapak, atau keduanya, maupun dari segi persusuan “.
Secara majazi kata ukhuwah mencakup persamaan salah satu unsur seperi suku, agama, profesi dan perasaan.
Dalam kamus-kamus bahasa arab ditemukan bahwa kata “akh” yang membentuk kata ukhuwah digunakan juga dengan arti “teman akrab atau sahabat”.
B. Macam-macam Ukhuwah


1.UkhuwahUbudiyah atau saudara kesemakhlukan dan kesetundukan kepada Allah SWT. Seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini bersaudara dalam arti memiliki kesamaan dalam beribadah kepada Allah SWT. (Q.S Al-An’am [6] : 3)

2.Ukhuwah Insaniyah (basyariyah) dalam arti seluruh ummat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu. (Q.,S Al-Hujurat [49] : 12)

3.Ukhuwah Wathaniyah wa an-nasb, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan. (Q.S Al-A’raf [7] : 65)

4.Ukhuwah dalam agama islam, yaitu persaudaraan antara sesama muslim. (Q.S Al-Ahzab [33] : 5)  

C. Dalil Ukhuwah


بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ


“ Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Q.S Al-Hujurat [49] : 10)

Isi dan Kandungan Ayat 
- Ayat ini merupakan rangkaian ayat akhlak yang harus menjadi landasan dalam menata keluarga dan masyarakat
- Semua orang beriman itu bersaudara.
- Ukhuwah islamiyah harus dijalin secara kokoh dan kuat sehingga pihak lain akan segan atau gentar menghadapi ummat islam
- Ukhuwah islamiyah tidak bersifat sempit, tapi luas tanpa ada batas negara
D. Hukum Tajwid 
 
  Rasulullah SAW bersabda
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
“ Orang yang memutuskan hubungan (silaturahmi) tidak akan masuk surga “ (H.R Bukhari)
 Kandungan hadits :
- Keharusan untuk menjalin hubungan silaturahmi dalam lingkup yang kecil atau yang lebih besar
- Berperan aktif mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, bertengkar atau berselisih
- Berikhtiar semaksimal mungkin agar tidak menjadi pelaku atau biang keonaran atau perselisihan.

76 komentar:

Unknown mengatakan...

Terimakasih ^^

Unknown mengatakan...

Terimah kasih atas pemahaman yg telah ditulis. Semoga bermanfaat. Aminnn

Unknown mengatakan...

alhamdulullah

Unknown mengatakan...

Hadisnya mana pak?

Unknown mengatakan...

Artikelnya bagus dan sangat membantu saya dalam belajar buat ujian bsk yg akn diadakan pada tanggal 07 des 2018 bsk....syukran abi😊

Azhar Rizki Pratama mengatakan...

Terima kasih sangat bermanfaat, Buat kalian yang ingin tahu sumber lainnya bisa cek disini http://zorotekno.blogspot.com/2017/08/belajar-mengontrol-diri-mujahadah-nafs.html

Azhar Rizki Pratama mengatakan...

Terima kasih sangat bermanfaat, Buat kalian yang ingin tahu sumber lainnya bisa cek disini Penjelasan Mujahadah An Nafs

Unknown mengatakan...

Terima kasih banyak, sangat menbantu dalam belajar usbn sma

Unknown mengatakan...

Terima kasih. Sangat bermanfaat

Unknown mengatakan...

htur nhn

Unknown mengatakan...

Alhamdulillah tersuon

Unknown mengatakan...

Makasih yaaa :)

Unknown mengatakan...

Makasih ya

Unknown mengatakan...

Terima kasih

Unknown mengatakan...

Sangat membantuu. Good job!!!

Unknown mengatakan...

Makasih yaa ilmunya👍👍

Muhammad Farid mengatakan...

Terimakasih doakan saya ujian nya bagus

Jamie Anugerah Keeyan Laksana mengatakan...

makasih broo.

Unknown mengatakan...

Makasih.sangat membantu

Darrel Rafahazr mengatakan...

awawawawawawawawawawwawawawawawwawwawawwawawawwawawaw

Unknown mengatakan...

TerimaKasihh,, ini sangat membantu.

Unknown mengatakan...

Thanks gan

ngf1724 mengatakan...

Terimakash. Jazakallah khairan katsiir. saya izin untuk tulisan ini dijadikan refrensi untuk tugas saya

Unknown mengatakan...

Terimakasih kak ini sangat membantu saya

Unknown mengatakan...

Makasih mas

Unknown mengatakan...

Lengkap sekali

Unknown mengatakan...

Makasih

Unknown mengatakan...

makasih

Unknown mengatakan...

Terimaksih sudah cukup phm walau pun tidak semua nya

Unknown mengatakan...

Makasih

Dhani mengatakan...

Terimakasih

Harits mengatakan...

Sudah faham

Unknown mengatakan...

Terimakasih

Unknown mengatakan...

Mantap

Unknown mengatakan...

Terimakasih banyak,dan ini sangat membantu

Unknown mengatakan...

Cukup Paham

Unknown mengatakan...

Cukup Paham

Unknown mengatakan...

Maksih

Unknown mengatakan...

Sma sma

Unknown mengatakan...

Terimakasih atas ilmu yang di berikan,,
Tidak perlu pintar yang penting berikmu ,karena yang pintar bkum tentu berilmu ,karna yang berilmu sudah pastu pintar ,dan bisa membagukme ilmunya

Unknown mengatakan...

Makasih

Renaldy mengatakan...

sangkyu

Unknown mengatakan...

Itu yang terakhir gambar nya knpa cuma ada tulisan Rasullullah SAW bersapda Sama mksd hadist yha???

Unknown mengatakan...

Oh iya Artikel ini bagus bgt mudah paham juga

Unknown mengatakan...

Sangat membantu

Unknown mengatakan...

Sangat membantu dan memberi pencerahan

Laura :3 mengatakan...

Terima kasih!!!

Yunusdd mengatakan...

thankss , sangat membantu semangat teruss

Unknown mengatakan...

Makasih

Unknown mengatakan...

Arigatouu ilmunya. Sangat bermanfaat

SMK PENERBANGAN SPN DIRGANTARA mengatakan...

syukro ustads ilmunya

SMK PENERBANGAN SPN DIRGANTARA mengatakan...

tq you

Unknown mengatakan...

Terima kasih atas pmhaman yang di berikan,pemahamannya sangat rinci dan dan mudah di mengerti

Indiauliaazahra mengatakan...

Terima kasih sangat membantu sekali😊

Unknown mengatakan...

Makasih

Unknown mengatakan...

Makasih

Unknown mengatakan...

makasih

Unknown mengatakan...

Terima kasih. Sangat bermanfaat sekali

Unknown mengatakan...

Terima kasih. Sangat bermanfaat sekali 👍👍

SakaFareza mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍 👍👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Wahyuna Nurul F. mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Renaldi Tri mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

👍

Izzati Amara mengatakan...

terima kasih

Posting Komentar